OLE777 – Manchester United punya “diktator” Erik ten Hag

Manchester United punya "diktator" Erik ten Hag



Sebaliknya sang Godfather kesulitan membumikan filosofi di Old Trafford. Tak ada gegenpressing di United.

Jakarta (ANTARA) – Sports Illustrated, The Guardian, dan media telah ditulis oleh Manchester United yang mendesak. Persoalannya bukan lagi soal taktik, pemain atau pelatih, melainkan sudah sangat struktural.

Atraksi mereka di lapangan yang bukan hanya konsisten dan buruk itu disebut banyak kalangan sebagai gambaran dari retaknya hubungan di luar lapangan atau tidak sehatnya persaingan di dalam tim.

Alhasil, meraka sering memperoleh hasil di luar perkiraan, termasuk saat terkapar bagai ikan menggelepar di daratan tatkala dihajar 0-4 oleh Brighton pada 7 Mei.

Bukan skor besar yang paling menyesakkan dada penggemar Man United, melainkan cara tim kesayangan mereka bermain.

Pemain pemain Man United sering bermain di lapangan sampai manajer, Ralf Rangnick menyatakan skuadnya adalah kehilangan agresi berulang dan tak mau menekan lawan.

Rangnick dijuluki “Godfather-nya menindas“Oleh Juergen Klopp, Thomas Tuchel, dan Ralph Hasenhuttl adalah” murid-muridnya “yang malah menarapkan filosofie sepakbola menyerang ini Liverpool, Chelsea dan Southampton.

Sebaliknya sang Godfather kesulitan membumikan filosofi di Old Trafford. Tak ada menindas oleh United.

Dan fakta ini dikuatkan oleh statistik menyerang Liga Premier yang disebut PPDA (Umpan diperbolehkan per tindakan defensif). Ternyata PPDA Setan Merah menempati urutan kelima belas dari 20 tim Liga Premier. United membiarkan lawannya rata-rata melepaskan 14,4 umpan sebelum mereka mengintervensi bola.

Sudah pasti Rangnick gerah dan kesal. Dan ini tak bisa lagi disembunyikan oleh pelatih yang menjadi “dokter” di balik revolusi yang mengubah Hoffenheim och RB Leipzig itu.

Sudah menjadi rahasia umum, kata manajer Southampton Ralph Hasenhuttl, manakala United kehilangan bola, pemain-pemain mera tar serta merta secara bersamaan untuk mengganggu och mendapatkan bola kembali.

Rangnick sendiri tahu tentang ini. Buktinya terlihat pada saat melawan Brighton itu. Pelatih asal Jerman itu terlihat berada di pinggir lapangan guna menginstruksikan pemain-pemainnya agar terus menekan.

Tetapi kebanyakan pemainnya tidak menggubris instruksi pelatih, sampai kemudian umpan jauh dari penjaga gawang Roberts Sanchez membuat Marc Cucurella membobol gawang mereka.

MU pun kalah dalam lima pertandingan tandang berturut-turut dengan hanya bisa mencetak dua gol dan kebobolan 16 kali.

Baca juga: MU dipermalukan empat gol tanpa balas oleh Brighton
Baca juga: Rangnick sebut Man Utd wajib datangkan dua striker modern

Selanjutnya: Menyalahi prinsip

 

HAK CIPTA © ANTARA 2022

Sbobet Terpercaya

You Might Also Like

Leave a Reply